banner 728x250

Bahlil Buka Mubes V Kosgoro 1957 Jadi Momentum Konsolidasi dan Penentuan Arah Baru Organisasi

banner 120x600
banner 468x60

Bahlil Buka Mubes V Kosgoro 1957 Jadi Momentum Konsolidasi dan Penentuan Arah Baru Organisasi

 

banner 325x300

Jakarta, Centurypost.com

 

Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 resmi digelar pada 5–7 Juni 2026 di Jakarta. Forum tertinggi organisasi pendiri Partai Golkar tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah masa depan organisasi melalui pemilihan Ketua Umum baru sekaligus penyusunan program kerja yang akan memperkuat peran Kosgoro 1957 dalam pembangunan bangsa.

Mengusung tema “Mengabdi untuk Negeri”, Mubes V Kosgoro 1957 dilaksanakan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian sebagai wujud komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah menjadi fondasi sejak berdirinya pada 1957.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya pada pembukaan Mubes menegaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah strategis dan pengambilan keputusan tertinggi yang akan menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.

“Mari kita melihat sejarah untuk menjadi pijakan membangun masa depan. Organisasi besar akan tetap bertahan apabila mampu menjaga nilai perjuangan sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, menegaskan bahwa penyelenggaraan Mubes V merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang organisasi.

“Mubes V ini bukan sekadar forum organisasi biasa, tetapi menjadi tonggak penting perjalanan organisasi yang lahir dari rahim perjuangan, dibesarkan oleh semangat gotong royong, dan dipanggil untuk menjadi kekuatan nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Dave menjelaskan bahwa Kosgoro 1957 lahir pada 10 November 1957, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Tanggal tersebut memiliki makna historis yang kuat sebagai simbol perjuangan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, para pendiri Kosgoro berasal dari kalangan pelajar pejuang dan unsur kesatuan tentara pelajar yang sebelumnya terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan diraih, mereka menyadari bahwa perjuangan tidak berhenti pada aspek politik semata.

“Para pendiri menyadari bahwa kemerdekaan politik harus ditopang dengan kemerdekaan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Dari semangat itulah Kosgoro lahir, untuk menghadirkan pengabdian yang nyata bagi bangsa,” katanya.

Melalui Mubes V ini, Kosgoro 1957 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal organisasi, merumuskan langkah strategis ke depan, serta mempertegas posisinya sebagai organisasi kemasyarakatan yang tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Dengan semangat “Mengabdi untuk Negeri”, Kosgoro 1957 meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendiri melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.(Edo)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *